NPV (Net Present Value)

Untuk menjalankan suatu perusahaan, yang mendatangkan keuntungan bisa melalui transaksi jual beli. Namun, cara lain yang dapat Anda lakukan untuk meraih keuntungan adalah dengan NPV atau penanaman modal. 

Sebelum Anda melakukan penanaman modal, maka perusahaan harus dapat melihat terlebih dahulu kemampuan internal dan persentase keberhasilan yang akan didapat melalui NPV.

Yuk belajar bersama secara lengkap tentang NPV, kita mulai dari pengertian ya!

Pengertian dari NPV

Net Present Value ataupun NPV menjadi salah satu nilai dari keseluruhan arus kas masa depan, baik yang positif maupun negatif. 

Jika dilihat dari masa penanaman modal maka akan dikenakan diskon pada saat itu juga. Analisis NPV merupakan salah satu bentuk penilaian intrinsik dan berfungsi sebagai general untuk aktivitas yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi.

Hal ini dilakukan guna menjadi penentu nilai bisnis, keamanan investasi, proyek modal, usaha yang baru, program pengurangan biaya, serta semua tindakan yang melibatkan arus kas.

Rumus dari NPV

Adapun rumus dari NPV sendiri adalah sebagai berikut:

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + … + (Ct/(1+r)t) – C0

Keterangan :

NPV merupakan Net Present Value (dalam Rupiah)
Ct merupakan Arus Kas per Tahun pada Periode t
C0 merupakan Nilai Investasi awal pada tahun ke 0 (dalam Rupiah)
r merupakan Suku Bunga atau diskonto (dalam %)

Kelebihan dari NPV

Net present value akan memberikan sumbangan dari nilai waktu yang membuat pendekatannya lebih baik, jika dibandingkan dengan teknik penilaian investasi.

Dimana nantinya NPV, tak akan memotong arus kas masa depan. Misalnya saja periode pengembalian dan tingkat pengembalian akuntansi.

NPV sendiri jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa teknik arus kas diskon lainnya seperti Internal Rate of Return atau dikenal dengan IRR. Namun, NPV dan IRR akan memberikan hasil yang berseberangan, sehingga perusahaan lebih mengarah pada nilai NPV.

Kekurangan dari NPV

Net present value merupakan estimasi atau prediksi. Hal ini akan mengakibatkan Net present value sensitif terhadap perubahan estimasi baik itu untuk arus kas masa depan maupun nilai sisa serta biaya modal. 

Jika terdapat faktor pembentuk NPV maka kapan saja bisa berubah, karena nilai akhir Net present value juga bisa berubah.

Analisis NPV pada umumnya digabungkan dengan berbagai macam analisis sensitivitas dan analisis skenario untuk dapat melihat kesimpulan ketika terjadi perubahan input.

Arti dari Nilai NPV

Ada beberapa arti dari nilai net present value, yakni:

  1. Nilai NPV Positif

Apabila hasil perhitungan menentukan NPV > 0 maka hasil itu langsung terbaca sebagai penerima, karena melebihi nilai penanaman modal. Semakin besar nilai positif dari net present value maka akan semakin besar kemampuan untuk menghasilkan pendapatan.

  1. Nilai NPV Negatif

Apabila hasil perhitungan menunjukkan NPV < 0 maka hal tersebut menyatakan bahwa penghasilan lebih rendah jika dibandingkan dengan pengeluarannya.

Atau dapat diartikan bahwa setelah melalui pertimbangan Time Value of Money atau Nilai Waktu Uang, maka penanaman modal bisa mengalami sebuah kerugian.

  1. Nilai NPV adalah Nol

Jika hasil perhitungan sudah menunjukkan NPV = 0, maka hasil ini dapat memprediksi penanaman modal yang dilakukan. Baik itu, dilihat dari pembelian mesin atau investasi lainnya, yang hanya akan menghasilkan balik modal. 

Sehingga hasil usaha nantinya tak akan mendatangkan keuntungan namun juga tidak akan menimbulkan kerugian.

Fungsi dari NPV

Dibawah ini ada fungsi dari NPV, yakni:

Apabila Anda ingin melakukan penanaman modal, maka sebuah perusahaan juga akan melakukan penilaian terhadap net present value mereka. 

Nantinya dari hasil net present value ini menunjukkan bisa atau tidaknya investasi tersebut dijalankan. Hal ini berkaitan dengan untung dan rugi perusahaan di masa yang akan datang.

Perbandingan dari Nilai Investasi

Apabila perusahaan dihadapkan dengan dua atau lebih investasi, maka perusahaan tersebut dapat memilih investasi yang paling efisien dan mendatangkan keuntungan. 

Selain itu, perusahaan akan membuat penilaian NPV terhadap investasi tersebut.

Dengan Anda mengetahui NPV maka perusahaan akan mengarahkan setiap kebijakannya terkait penanaman modal secara bijaksana. 

Meskipun hal tersebut tak sepenuhnya akurat, paling tidak NPV akan memberikan gambaran besar terkait nasib investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Pada umumnya, net present value termasuk salah satu perhitungan untuk memperkirakan arus kas yang nantinya menjadi dasar guna melihat proses investasi yang berjalan.  

Dengan adanya metode net present value ini, perusahaan akan lebih mudah untuk memperhitungkan arus masuk selama investasi berjalan. 

Selain itu, memudahkan Anda untuk mencari tahu apakah investasi yang dilakukan layak dan dapat memberikan keuntungan pada perusahaan atau tidak.

Itulah materi tentang NPV yang kita pelajari bersama hari ini, semoga membantu. Untuk mempelajari materi lainnya, bisa cek di website mejakelas.com ya!

Tinggalkan Balasan