Cara Packing Tas Gunung

Cara Packing Tas Gunung yang Benar

Sudah packing tas gunung dengan rapi, tapi tidak nyaman saat digendong? Itu pasti ada kesalahan dalam teknik packing. Kesalahan dalam mengatur berat barang bawaan dapat bikin pundak sakit dan cepat lelah saat mendaki. Akibatnya, pendaki akan terus-terusan mengeluh sepanjang pendakian. Dan akhirnya, dia tidak sampai puncak deh! Dengan begitu, impian untuk melihat bentang alam yang indah dan samudra di atas awan sirna.

Apakah ada solusi? Ada. Solusinya adalah pelajari cara packing tas gunung dengan benar. Lalu, repacking perlengkapan mendaki yang ada di dalam tas gunung milikmu. Usahakan untuk mengaplikasikan teknik center of grafity dalam penataan perlengkapan mendaki gunung. Untuk lebih jelasnya, berikut 7 cara packing tas gunung yang kami kutip dari laman situs napaktilas.net.

1. Pilah-Pilah & Kelompokan Barang Sesuai Kegunaan

Saat ingin melakukan packing perlengkapan mendaki gunung, langkah awal yang tidak boleh kamu lewatkan adalah pengelompokan barang. Pengelompokan barang adalah upaya mengatur penempatan barang berdasarkan kegunaan masing-masing. Dengan begitu, saat kamu butuh item tertentu saat di gunung, kamu dapat dengan mudah menemukannya.

Ada 7 jenis pengelompokan barang sesuai kegunaannya:

  1. Kelompok barang P3K.
  2. Kelompok barang Repair kit.
  3. Kelompok barang sleeping system & pakaian ganti.
  4. Kelompok barang logistik & peralatan masak.
  5. Kelompok barang layering pakaian.
  6. Kelompok barang fire starter & penerangan.
  7. Kelompok barang tambahan.

Untuk mempermudah pengelompokan dan pencarian barang, kami merekomendasikan untuk menggunakan dry bag atau pouch. Jadi, setiap kelompok barang kamu masukkan kompartemen/tas kecil khusus. Cara paling mudah adalah menggunakan dry bag berbeda warna. Kantung dengan beda warna akan membuat pendaki lebih mudah ingat posisi barang. Jadi, saat keadaan darurat, pendaki tidak perlu membongkar seluruh tas gunung hanya untuk mencari 1 item saja. Jika kamu tidak memiliki pouch ataupun dry bag, kamu dapat menggunakan plastik kresek warna-warni.

Bagaimana jika ada perlengkapan gunung yang tidak bisa dikemas ke dalam dry bag? Misalnya, tenda, pisau dan kompor gas portable. Saran dari kami, coba cari alternatif yang lebih ringan dan lebih kecil. Jika tidak bisa, ya, nggak usah dipaksain untuk dibungkus-bungkus segala. Yang penting, posisi barang di dalam tas gunung dalam satu kelompok.

2. Cari Alternatif Perlengkapan Mendaki Gunung yang Lebih Ringan

Setelah kamu selesai mengelompokkan perlengkapan mendaki gunung yang akan kamu bawa, langkah selanjutnya adalah menimbang barang bawaan.

Berikut ini rekomendasi berat tas gunung untuk pemula:

  • Pendakian dengan peralatan konvensional untuk 2 hari 1 malam: 8-14kg.
  • Pendakian dengan peralatan ultralight untuk 2 hari 1 malam: 5-7kg.

Kenapa berat tas gunung penting untuk pendaki pemula? Karena fisik pendaki pemula belum terlatih dengan baik. Dan dia cenderung sering mengeluh. Untuk mengatasi hal tersebut, kami merekomendasikan untuk mencari perlengkapan mendaki gunung yang lebih ringan.

Berikut ini beberapa perlengkapan mendaki gunung alternatif untuk pemula.

1. Big-three: Tas Gunung, Sleeping Bag, Tenda

Ketiga barang ini akan kamu bawa naik dan turun gunung. Jadi, beban yang akan kamu gendong selalu tetap. Mencari peralatan big-three yang lebih ringan akan membuat pendaki pemula lebih nyaman.

  • Tas gunung: Cari tas gunung ukuran 45L tanpa frame (frameless). Dan jangan pakai matras gulung sebagai body tas. Sebagai gantinya, kamu pakai matras lipat atau matras tiup.
  • Sleeping bag: Pilih sleeping bag yang hangat tapi ringan. Kami merekomendasikan untuk menggunakan sleeping bag bulu angsa atau sleeping bag berbahan polar. Cari sleeping bag yang seringan mungkin.
  • Tenda: Bawalah tenda yang memiliki frame ringan dan kapasitas kecil. Perhatikan bobot total dari tenda, sebisa mungkin cari alternatif tenda yang lebih ringan.

2. Logistik Makanan & Peralatan Masak

Ganti semua makanan yang menghabiskan banyak tempat di tas gunung dengan makanan yang praktis. Sebagai gantinya, kami merekomendasikan untuk membawa makanan padat. Misalnya, snack bar, outmeal, serbuk jahe, hingga roti gandum. Intinya, cari makanan yang bergizi tinggi dengan bentuk makanan yang padat. Jadi, dalam pengemasan packing tas gunung, tidak menghabiskan banyak tempat.

Peralatan masak dan peralatan makan juga tergolong barang berat. Coba kamu cari alternatif perlengkapan masak yang lebih ringkas dan lebih ringan. Nesting titanium set bisa kamu jadikan pertimbangan. Untuk piring, gelas dan sendok, kamu bisa mencari peralatan makan yang model lipat dari bahan plastik. Ini sangat ringan dan hemat tempat.

3. Pakaian Ganti

Kamu tidak perlu membawa banyak pakaian ganti, bawa secukupnya saja. Untuk pendakian 2 hari 1 malam, kamu dapat membawa 2 pakaian dalam dan satu setel pakaian ganti. Karena kamu tidak akan mandi saat di atas gunung. Usahakan mencari pakaian ganti jenis quick dry. Selain bobot pakaian ringan, pakaian quick dry dapat cepat kering jika basah saat terjadi badai di atas gunung.

4. Wadah Air Minum

Untuk bisa mendapatkan kenyamanan ekstra, jangan sampai kekurangan air. Memang, membawa air 3-4 Liter selama pendakian itu membosankan. Tapi, itu demi keselamatan pendaki. Jadi, bawa persediaan air sesuai kebutuhan. Agar penataan di tas gunung nyaman, kami merekomendasikan untuk mengganti wadah botol air menjadi water bladder. Bentuk wadah air yang berupa kantung air lebih mudah dikemas di dalam tas gunung. Jadi, hasil packing tas gunung akan lebih nyaman dan seimbang.

5. Pakaian Layering

Jika kamu ada budget lebih, carilah pakaian untuk layering yang berbahan bagus dan bobot ringan. Kami merekomendasikan untuk menggunakan kaos dengan bahan polyester yang punya fitur quick dry. jaket penghangat dari bahan bulu angsa atau polar. Dan jaket hujan yang memiliki fitur waterproof & windbreaker.

3. Ikuti Aturan Center of Grafity untuk Penataan Barang di Tas Gunung

Setelah semua perlengkapan mendaki gunung lengkap sesuai checklist, saatnya kamu belajar cara packing tas gunung dengan benar. Kami merekomendasikan untuk menggunakan teori center of grafity. Di mana, pusat beban terberat dari perlengkapan mendaki gunung, harus berada sedekat mungkin dengan punggung pendaki.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar ilustrasi di bawah ini:

Sumber: https://napaktilas.net/

Posisi peletakan barang bawaan:

  1. Posisikan sleeping bag di bagian paling bawah tas gunung.
  2. Bagian dengan label medium kamu taruh pakaian ganti dan inner tenda. Untuk pasak dan frame tenda nanti ditaruh di pocket samping tas saja.
  3. Pada bagian heavy, kamu letakkan barang-barang yang paling berat. Di sini, proses menimbang berat barang bawaan berfungsi. Jika kamu melewatkan tahap menimbang perlengkapan mendaki gunung, kamu akan gagal dalam mendapatkan center of grafity yang tepat. Contoh barang berat dari perlengkapan mendaki gunung adalah persediaan air, peralatan masak, bekal makanan pokok, dll.
  4. Pada bagian light, kamu taruh perlengkapan mendaki gunung yang ringan. Misalnya, perlengkapan P3K, snack untuk camilan, jaket hangat, alat penerangan, dll. Untuk peletakan barang di posisi light, usahakan barang yang sering dipakai, kamu taruh di bagian atas tas gunung. Jadi, nantinya akan mudah diambil jika dalam kondisi darurat.

Setelah semua barang sudah terpacking ke dalam tas gunung dengan baik, kencangkan semua tali tas gunung. Tujuannya adalah untuk menghilangkan ruang kosong yang menyebabkan barang bawaan bergerak-gerak di dalam tas gunung. Biar tas gunung nyaman di bawa, kamu harus memastikan 2 hal.

  • Pertama, beban terberat berada di punggung dan seimbang antara bagian kiri dan kanan tas gunung.
  • Kedua, tidak ada ruang kosong di dalam tas. Jadi, semua harus dalam kondisi rapat. Bayangkan, jika ada banyak ruang sisa di samping kanan dan kiri tas gunung, packing akan menjadi berantakan saat pendaki mendaki atau berlari di jalur pendakian.

4. Pastikan Beban di Dalam Tas Gunung Seimbang antara Bagian Kanan dan Kiri

Keseimbangan tas gunung itu penting. Selain kamu belajar cara penataan  perlengkapan mendaki gunung sesuai tahap 3, kamu juga perlu mempertimbangkan keseimbangan bagian kanan dan kiri tas gunung. Kebanyakan pendaki pemula tidak memikirkan ini. Dan akhirnya, pundak kanan atau kiri pendaki merasa sakit. Ini tanda bahwa packing tas gunung yang kamu lakukan berat sebelah.

Ada juga yang menaruh air minum kemasan besar di saku samping kanan tas gunung tanpa memberi beban yang sama di saku sebelah kiri. Terlihat sepele, bukan? Tapi, hal tersebut membuat tas gunung menjadi tidak nyaman saat di gendong.

5. Kunci Semua Bagian Tas dengan Baik

“Saya sudah packing sesuai arahan 1-4, sekarang tas saya sudah terpacking rapi! Bisa langsung saya pakai mendaki?”. Jawaban singkatnya tidak, kamu perlu meneliti lagi. Kunci setiap bagian tas gunung dengan baik. Kencangkan tali samping tas gunung, resleting di luar tas, atur posisi pocket atas tas gunung (canopy). Terakhir, kencangkan chest belt & hipbelt dengan posisi yang tepat.

6. Lakukan Pengetesan secara Langsung

Setelah semua selesai, saatnya melakukan pengetesan secara langsung. Coba gendong tas gunung milikmu dan rasakan kenyamanannya. Jika ada yang kurang seimbang, atau ada ruang kosong yang menyebabkan barang bawaan goyang-goyang di dalam tas gunung, segera repacking. Di sini, kamu harus memastikan tas gunung benar-benar nyaman dan enak saat digendong.

Catatan: Kami merekomendasikan sebisa mungkin jangan menaruh banyak barang di saku luar tas gunung. Lebih baik, packing semua barang di dalam tas gunung dan tutup tas gunung dengan cover bag. Dengan begitu, tas gunung jadi mulus dan berbentuk bagus.

7. Kencangkan Semua Belt Tas Gunung dan Coba Pakai Berjalan selama 5 Menit

Pelajaran terakhir dalam tutorial cara packing tas gunung adalah pengujian untuk jalan selama 5 menit. Bagian ini penting! Kalau tas gunung tidak nyaman untuk berjalan selama 5 menit, tas tersebut tidak akan nyaman untuk berjalan selama berjam-jam. Rasakan dengan teliti hasil packing tas gunung milikmu. Untuk pengujian maksimal, kencangkan chest belt dan hipbelt. Tujuannya adalah agar beban tas gunung merapat pada area punggung. Jadi, pendaki akan merasa lebih ringan, sehingga pendaki tidak mudah lelah saat pendakian. Kalau ada pertanyaan, silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah ya. Happy hiking!

Tinggalkan Balasan